Jumat, 04 Januari 2013

surat pemberitahuan (SPT)



Adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan. Fungsi SPT bagi wajib pajak penghasilan dibagi menjadi 3, yaitu :

Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang.
Untuk melaporkan pembayaran pajak yang telah dilakukan sendiri melalui pemotongan pajak dalam satu tahun pajak.
Untuk melaporkan pembayaran dari pemotong tentang pemotongan pajak orang pribadi.

Fungsi SPT bagi pengusaha kena pajak, yaitu :

Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah yang sebenarnya terutang.
Untuk melaporkan pengkreditan pajak masukan terhadap pajak keluaran.
Untuk melaporkan pembayaran yang telah dilakukan oleh pengusaha kena pajak.

Secara garis besar SPT dibedakan menjadi dua, yaitu SPT masa dan SPT tahunan. SPT masa adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan perhitungan pajak yang terutang dalam satu masa pajak. Sedangkan SPT tahunan adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan perhitungan pajak yang terutang dalam satu tahun pajak.

Batas waktu penyampaian SPT, sebagai berikut :

Untuk SPT masa : selambat-lambatnya tanggal 20 setelah berakhirnya masa pajak.
Untuk SPT tahunan
Bagi WPOP : selambat-lambatnya akhir bulan ketiga setelah berkahirnya tahun pajak.
Bagi badan usaha : Selambat-lambatnya akhir bulan keempat setelah berakhirnya tahun pajak.

sumber : http://pelayanan-pajak.blogspot.com/2009/04/surat-pemberitahuan-spt.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar